mari kita renungkan sebentar.....
hari-hari ini (mungkin) terlalu lah banyak orang-orang yang mengindikatorkan 'kekayaan' sebagai acuan kesuksesan sebuah kehidupan..
dengan hal yang seperti ini kita dapat mengindisikasikan bahwa banyaknya pemikiran dengan mindset yang sempit, mereka kurang mampu untuk dapat melihat keluar mengenai sisi lain dari kehidupan yang kaya ini..
tapi disini, saya bukanlah ingin membahas tentang mana yang benar dan mana yang salah, tapi disini saya ingin berbagi mengenai sebuah pandangan yang saya dapatkan.
jika manusia terlalu banyak mengindikatorkan kehidupan dengan sebuah kekayaan. maka yang akan terjadi, tinggi rendahnya derajat dalam pandangan manusia hanya dilihat dari seberapa banyaknya kekayaan yang mereka dapatkan, dan tak melihat kearah sisi lain dari manusia tersebut. lau, apa yang salah jika seperti itu ? mari.... kita ingat lagi bahwa manusia merupakan makhluk sosial, yang hidup bersama-sama dengan suatu nilai-nilai keagungan, yang mengedepankan tentang sosialisasi kehidupan, bantu-membantu dengan sebuah nilai kebanggaan. jika sampai akhirnya mindset indikator kekayaan ini semakin menjadi, mereka yang masih memegang sosial idealis akan semakin tersingkir dan penghargaan semakin jauh dari mereka.. terjadinya jenjang pemisah antara yang kaya dan yang miskin, mereka hanya mau membangun sebuah hubungan jika adanya nilai-nilai material. jika demikian, dimanakah yang namanya kesenangan yang hakiki ?
mari kita renungkan.... sampai-sampai tingginya jenjang pendidikan pun dibanding luruskan dengan kekayaan yang akan mereka dapatkan kelak. sebagai contohnya, mereka yang lulusan sekolah dasar tidaklah banyak mengharapkan sebuah kekayaan, karena mereka berpikir lulusan SD tidaklah cukup mampu untuk sebuah pekerjaan yang dapat mengayakan. dan yang sampai pada akhirnya sebagian dari mereka membela-bela hampir dengan berbagai cara untuk agar mendapakatkan syarat-syarat yang mereka anggapkan dapat menunjang untuk mendapatkan sebuah kekayaan. maka, terjadilah..... sogokan dimana-mana, jual-beli ijazah, penembakan uang untuk sebuah pangkat, korupsi.. mereka melupakan tentang hakikat dari bidang mereka masing-masing, bahkan melupakan tentang pendidikan itu sendiri, melupakan tentang kepentingan profesional dari sebuah pekerjaan sehingga mampu menempatkan orang yang bukan bidangnya..
padahal jika kita lihat lagi dengan sudut yang lain, pendidikan pun tak lah sebanding lurus dengan sebuah kekayaan. lihatlah banyak yang lulusan SD pun kaya, dan banyak pula yang sudah lulus kuliah tapi masih sulit mendapatkan sebuah pekerjaan.
lalu apa yang mesti kita pikirkan ? mari..... kita pikirkan tentang hakiki dari setiap bidang, yang sekolah pun tujuan utamanya bukanlah untuk mencari sebuah kekayaan, begitupun yang kuliah.. yang kedokteran bukanlah untuk sebuah kekayaan, tapi pada dasarnya mereka membantu orang-orang yang sedang sakit. lalu bagaimana tentang bidang yang lainnya ? silakan anda pikirkan, karena saya rasa jawabannya sudah ada dalam setiap kepala, tinggal kita mau na'if atau jujur ?
hmm..... saya rasa jika ini dibahas terus tidak akan beres dengan 2 SKS :)
selamat beraktivitas..