Selasa, 23 April 2013

PENDIDIKAN tidaklah sebanding lurus dengan KEKAYAAN

mari kita renungkan sebentar.....

hari-hari ini (mungkin) terlalu lah  banyak orang-orang yang mengindikatorkan 'kekayaan' sebagai acuan kesuksesan sebuah kehidupan..
dengan hal yang seperti ini kita dapat mengindisikasikan bahwa banyaknya pemikiran dengan mindset yang sempit, mereka kurang mampu untuk dapat melihat keluar mengenai sisi lain dari kehidupan yang kaya ini..

tapi disini, saya bukanlah ingin membahas tentang mana yang benar dan mana yang salah, tapi disini saya ingin berbagi mengenai sebuah pandangan yang saya dapatkan.

jika manusia terlalu banyak mengindikatorkan kehidupan dengan sebuah kekayaan. maka yang akan terjadi, tinggi rendahnya derajat dalam pandangan manusia hanya dilihat dari seberapa banyaknya kekayaan yang mereka dapatkan, dan tak melihat kearah sisi lain dari manusia tersebut. lau, apa yang salah jika seperti itu ? mari.... kita ingat lagi bahwa manusia merupakan makhluk sosial, yang hidup bersama-sama dengan suatu nilai-nilai keagungan, yang mengedepankan tentang sosialisasi kehidupan, bantu-membantu dengan sebuah nilai kebanggaan. jika sampai akhirnya mindset indikator kekayaan ini semakin menjadi, mereka yang masih memegang sosial idealis akan semakin tersingkir dan penghargaan semakin jauh dari mereka.. terjadinya jenjang pemisah antara yang kaya dan yang miskin, mereka hanya mau membangun sebuah hubungan jika adanya nilai-nilai material. jika demikian, dimanakah yang namanya kesenangan yang hakiki ?

mari kita renungkan.... sampai-sampai tingginya jenjang pendidikan pun dibanding luruskan dengan kekayaan yang akan mereka dapatkan kelak. sebagai contohnya, mereka yang lulusan sekolah dasar tidaklah banyak mengharapkan sebuah kekayaan, karena mereka berpikir lulusan SD tidaklah cukup mampu untuk sebuah pekerjaan yang dapat mengayakan. dan yang sampai pada akhirnya sebagian dari mereka membela-bela hampir dengan berbagai cara untuk agar mendapakatkan syarat-syarat yang mereka anggapkan dapat menunjang untuk mendapatkan sebuah kekayaan. maka, terjadilah..... sogokan dimana-mana, jual-beli ijazah, penembakan uang untuk sebuah pangkat, korupsi.. mereka melupakan tentang hakikat dari bidang mereka masing-masing, bahkan melupakan tentang pendidikan itu sendiri, melupakan tentang kepentingan profesional dari sebuah pekerjaan sehingga mampu menempatkan orang yang bukan bidangnya..

padahal jika kita lihat lagi dengan sudut yang lain, pendidikan pun tak lah sebanding lurus dengan sebuah kekayaan. lihatlah banyak yang lulusan SD pun kaya, dan banyak pula yang sudah lulus kuliah tapi masih sulit mendapatkan sebuah pekerjaan.
lalu apa yang mesti kita pikirkan ? mari..... kita pikirkan tentang hakiki dari setiap bidang, yang sekolah pun tujuan utamanya bukanlah untuk mencari sebuah kekayaan, begitupun yang kuliah.. yang kedokteran bukanlah untuk sebuah kekayaan, tapi pada dasarnya mereka membantu orang-orang yang sedang sakit. lalu bagaimana tentang bidang yang lainnya ? silakan anda pikirkan, karena saya rasa jawabannya sudah ada dalam setiap kepala, tinggal kita mau na'if atau jujur ?

hmm..... saya rasa jika ini dibahas terus tidak akan beres dengan 2 SKS :)
selamat beraktivitas..

Selasa, 16 April 2013

Sisi lain dari perspektif sebuah kehidupan

hidup telah dimulai sejak beberapa tahun lalu, dan terus berlangsung entah sampai kapan, tapi kita tahu kematian lah akhir hidup ini..

apa yang kita cari ? apa yang telah kita dapatkan ? pertanyaan yang mungkin relatif dan terus berdengung dalam kepala dan hati setiap pribadi.
tentang nilai-nilai yang kita pahami, yang kita rasakan, membaur menjadi sebuah perbedaan dan ideologi dalam kehidupan. ada yang santai dalam hidup, ada yang kerja keras, ada pula yang seperlunya.... orang-orang dalam hidup dapat melakukan hal-hal yang mereka pahami.
berangkat pagi pulang sore bahkan malam, ada yang berada di kantor, dijalanan, ataupun bahkan di keduanya.. yang jelas mereka berusaha membela sesuatu yang mereka pegang, keluarga, pengabdian, ataupun sosial.... semuanya membaur dengan alasannya masing-masing.

tak melihat rendah tingginya bidang profesi mereka, tapi sebenarnya apa yang kita bandingkan selama ini ? untuk apa ? kadang kita memerlukan jiwa yang lebih besar dan bijaksana untuk melihat semua ini..

seorang anak dijalan dengan baju lusuhnya mengais-ngais rejeki berbasuh keringat, dengan teriknya matahari sampai dinginnya suasana malam, mereka berjuang dengan 'gigihnya'..
sisi lain, seorang pengusaha muda jatuh bangun dengan bisnisnya dengan modal habis-habisan sampai kendaraan bahkan rumah ikut termodalkan, ia membela akan nilai yang ia pahami dan ia pilih.

lalu apa sebenarnya nilai yang selama ini kita lihat ? mungkin anak jalanan tadi pun jika terlahir dalam keadaan yang cukup memadai dalam ukuran materi, mungkin anak tersebut bekerja dalam sebuah gedung, dan sebaliknya seorang pengusaha muda pun mungkin bila terlahir dijalanan akan berprofesi dijalanan..

jadi saya pikir ukuran materi bukanlah sebuah poin tentang kehidupan.... tapi hidup lebih tentang perjuangan, dan seberapa kita dapat berguna bagi orang lain bahkan bagi kehidupan ini sendiri, serta bagaimana caranya untuk menjadi lebih baik secara terus menerus. dengan cara hidup yang saling menghargai akan perbedaan dan saling mengerti serta memahami satu sama lain.

SKIDROW - I REMEMBER YOU

keren nih lagu :D ---> "Skidrow-I Remember You.mp3" - download

Pengikut

Kami bimbing anda untuk menjadi "Jutawan Internet"